Warna CMYK, Elemen Penting untuk Tinta Percetakan

Warna CMYK menjadi komponen penting dalam memproduksi berbagai produk printing. CYMK cocok menjadi tinta standar yang menampilkan warna yang cerah dan solid.

Warna CMYK merupakan akronim dari beberapa warna yaitu Cyan, Magenta, Yellow (Kuning), dan Black (K). Pada dasarnya, CMYK diciptakan lewat proses substraktif warna. CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna.

Dalam proses percetakan, keempat warna ini akan digabungkan untuk bisa membentuk tampilan warna yang sesuai, tentunya dalam takaran yang berbeda. Proses ini dikenal sebagai subtractive mixing. Jadi, alih-alih mengurangi intensitas dan saturasi warna, proses subtractive mixing ini lebih seperti menggabungkan warna dengan takaran yang sudah disesuaikan.

Bantal Print Warna CMYK
Bantal Print Desain Custom Buatan Onlineprint.co.id

Masing-masing warna bermula dari warna media, kemudian akan ditambahkan sedikit demi sedikit untuk membentuk satuan warna yang diinginkan. Secara teori, 100% Cyan + 100% Magenta + 100% Yellow akan menghasilkan warna hitam, tetapi pada realitanya menciptakan warna muddy brown. Karena itu, diperlukan + Black (K) Color untuk mendapatkan warna gelap yang solid.

Perbedaan CMYK dan Warna RGB

Paper Bag Warna CMYK
Paper Bag Buatan Onlineprint.co.id

CMYK sering dikaitkan dengan warna RGB. Meski sering dianggap serupa, perbedaan terbesarnya adalah unsur pembentuknya (cahaya/additive color). RGB digunakan untuk layar digital. Komputer, televisi, hingga HP-mu termasuk di dalamnya. Oleh karena itu, desain website dan aplikasi menggunakan warna RGB. Adapun, warna RGB ini umumnya disimpan dalam format file JPEG, PSD, PNG, dan GIF.

Sedangkan CMYK (substrative color) merupakan skema warna yang digunakan untuk percetakan. Ini merupakan warna standar yang biasanya dipakai untuk ragam produk percetakan seperti poster, kartu nama, banner, flyer, dan lainnya. Biasanya disimpan dalam format file PDF, AI, dan EPS.

Adapun, kenapa desain cetak tidak menggunakan RGB karena skema warna ini bekerja melalui cahaya (additive color). Layar komputer awalnya hitam. Saat ditambahkan warna digital, akan semakin terang dan semakin berwarna putih.

Ini berbeda dengan CMYK yang berasal dari tinta. Ia bekerja lewat pengurangan warna (subtractive colors). Dasar corak kertas adalah putih. Saat kamu mencetak warna terang, printer akan menambahkan warna terang. Akan tetapi, semakin Onliners menambahkan warna, corak yang muncul justru semakin gelap. Pada akhirnya, warnanya akan mendekati warna hitam.

Sebagai informasi, CMYK yang dijadikan tinta mempunyai beberapa jenis bahan dasar yakni oil-based, water-based, toner-based, dan UV-based. Kemampuannya sebagai warna tinta sendiri hanya 70% mendekati warna pantone. Karena itu, tinta ini wajib dicampurkan dengan tinta OVG (Orange, Violet, Green) untuk mencapai 97% warna pantone.

Keunggulan dan Kelemahan CMYK

Print Kain Warna CMYK
Jasa print kain di Onlineprint.co.id

Sebagai informasi, CMYK punya keunggulan dan kelemahan, sebagai berikut:

Keunggulan CMYK

1. Mampu Menciptakan Banyak Sekali Warna

Keunggulan pertamanya sebagai warna tinta sekunder adalah kemampuannya untuk menciptakan banyak warna lainnya. Sebab, saat ketiga warna tersebut digabungkan, maka akan terbentuk beberapa warna yang seringkali dibutuhkan yakni seperti merah, hijau, hingga biru.

2. Ekonomis

Apabila dilakukan proses color management, CMYK sebagai warna tinta dapat lebih ekonomis dan tahan lama. Sebab, beberapa warna dasar dapat dihasilkan dari pencampuran beberapa warna CMYK secara optimal tanpa harus kehilangan warna utama dalam jumlah yang besar. Hal ini jelas akan mengurangi pengeluaran pribadi maupun perusahaan Onliners.

3. CMYK Ideal untuk Mencetak Dalam Skala Besar (Komersial)

Ekonomis pun menjadi salah satu andalan banyak perusahaan masih mempertahankan teknik CMYK saat hendak melakukan proses pencetakan. Selain itu, warna yang dihasilkan CMYK pun diklaim masih relevan dan memiliki kualitas baik.

Kelemahan CMYK

1. Hasil Warna CMYK yang Kurang Akurat

Jika tidak diiringi dengan proses standarisasi warna melalui color management yang baik, Warna tinta yang digunakan pada mode CMYK disebut tidak dapat akurat. Hal ini lantaran tinta printer memiliki campuran yang tidak cukup akurat untuk menghasilkan warna dari mode CMYK. Penyebabnya antara lain out of color gamut atau ketidakmampuan printer untuk menjangkau warna tertentu. Hal ini karena keterbatasan dari CMYK itu sendiri.

Jasa untuk Produk dengan Warna CMYK di PT Bintang Sempurna

Dalam mencetak beragam produk printing dengan CMYK sebagai warna tinta, Onliners dapat memilih PT Bintang Sempurna. Pasalnya, PT Bintang Sempurna yang berfokus pada layanan printing dan layanan dokumen ini telah beroperasi selama 32 tahun, tepatnya sejak tahun 1989.

Hingga kini, PT Bintang Sempurna terus berinovasi dengan aneka teknologi cetak termodern, termasuk CMYK. PT Bintang Sempurna, sebagai penyedia document service terbaik, dapat kamu kunjungi di Jl. Bendungan Hilir Raya No. 46, Jakarta Pusat, 10210, Indonesia.

Baca Juga: Wall Art, Solusi Terbaik untuk Elemen Dekoratif Ruangan 

Sebagai informasi, PT Bintang Sempurna dapat mengaplikasikan produk printing dengan CMYK yang bisa dikombinasikan beragam tinta lainnya seperti OVG, Fluorescent, Silver, Light Black Light+ Light Black, Invisible Inks, dan lainnya.

Nah, apabila Onliners ingin mencetak beragam produk printing dengan CMYK, PT. Bintang Sempurna punya opsi terbaik. Tidak punya waktu untuk berkunjung? Jangan khawatir, Onliners bisa memesannya melalui OnlinePrint.co.id. Nah, selamat mencoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *